Rabu, 27 April 2011

WAWANCARA ADALAH

Selamat Datang di Blog Saya Echoe Ghazy Silah kan Pilih Daftar Bacaan Saya Semoga Bermanfaat "Crateb By : "Echoe Ghazy"


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Pengasih lagi maha penyanyang atas berkat, rahmat, dan hidayah-Nya, penulis telah menyelesaikan karya ilmiah ini tepat waktu. Yang merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian semester II.
Adapun dalam menyelesaikan karya ilmiah ini penulis juga menemukan beberapa kesulitan baik itu dari segi sumber maupun narasumber untuk mendapatkan data. Walaupun begitu penulis sangat bersyukur akhirnya karya ilmiah ini dapat selesai tepat waktu yang berjudul WAWANCARA.
Kita semua pastinya pernah melakukan wawancara. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung dan dalam situasi formal maupun internal. Yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan data yang kita inginkan.
Penulis mengucapkan terima kasih atas perannya kepada semua pihak yang telah ikut serta berpartisipasi dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Orang tua saya, teman – teman dan guru pembimbing. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.


Kisaran, Maret 2011


Penulis















BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Wawancara adalah sebuah kegiatan untuk memperoleh sumber data dalam bentuk karya jawab antara narasumber dengan si pewawancara, kita sering melihat bahwa orang yang sering melakukan wawancara adalah seorang wartawan. Seorang wartawan dapat mnyuguhkan berita yang menarik dari wawancara yang dilakukannya.
Dan dari observasi yang telah dilakukan bahwa banyak sekali siswa di SMA DIPONEGORO tertarik dan ingin menjadi seorang infotaiment, wartawan yang berkecimpung dalam dunia journalistik.
Banyak sekali orang yang gagal dalam mencapai cita – citanya untuk menjadi seorang wartawan. Semua itu karena mereka terbentur dalam hal kecakapan, pelatihan, sarana dan prasarana yang kurang memadai dan kurangnya pengetahuan dalam dunia journalistik serta cara – cara dalam berwawancara. Oleh sebab itu untuk menjadi seorang journalistik harus menguasai kamampuan dasar dalam hal berwawancara.

1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimanakah pendeskripsian wawancara?
- Bagaimana etika yang baik dalam berwawancara?
- Apa saja yang termasuk jenis – jenis wawancara?
- Apakah tujuan dilakukannya wawancara?

1.3 Tujuan Penulisan
- Mendeskripsikan tentang wawancara
- Mendeskripsikan tujuan dan etika dalam berwawancara
- Menambah dan memperluas pengetahuan saya tentang bahasa indonesia
- Salah satu media latihan untuk menjadi seorang journalistik

1.4 Ruang Lingkup
Pengkajian yang dilakukan penulis dalam pembahasan KARYA ILMIAH ini yang bertopik tentang WAWANCARA. Keluasan dalam hal pembahasan topik ini memiliki batasan – batasan walaupun begitu penjabaran yang disajikan dalam hal pembahasan masalah – masalah yang muncul sudah cukup jelas dan akan mudah di pahami. Sehingga tidak akan memunculkan persepsi – persepsi yang salah tehadap karya ilmiah ini.




1.5 Landasan Teori
Wawancara adalah suatu kegiatan berbahasa lisan dalam bentuk tanya jawab antara pewawancara dengan narasumber yang disertai oleh etika yang baik. Serta mempunyai batasan – batasan sehingga tercipta kenyamanan antara pewawancara dengan narasumber. Dan tercapainya tujuan dari dilakukannya wawancara tersebut.

1.6 Hipotesis
- Wawancara sering dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dari narasumber
- Wawancara dilakukan dalam 2 konteks yang berbeda yaitu situasi formal maupun informal

1.7 Sumber Data
Data yang diperoleh untuk menyusun karya ilmiah ini bersumber dari
- internet
- buku – buku panduan
- penelitian
- mempraktekkan secara langsung

1.8 Metode Dan Tehnik
Metode yang telah dilakukan penulis untuk menyelesaikan karya ilmiah ini adalah :
- metode wawancara
- tehnik penelitian
- menelaah secara langsung













BAB II
DEFENISI

Wawancara merupakan bentuk pengajian informasi berupa tanya jawab. Selain itu, wawancara juga merupakan salah satu tehnik mengumpulkan data bagi suatu tulisan ilmiah.
Dalam wawancara tersebut perlu dipersiapkan sejumlah pertanyaan untuk memperoleh informasi, memperhatikan kesatuan berbahasa, dan etika wawancara. Di samping itu juga harus diperhatikan dan mampu membedakan situasi dan konteks berwawancara, apakah situasinya formal ataupun tidak formal dan siapa orang yang diwawancarai.Teks wawancara dapat dirangkum dalam bentuk narasi dan disampaikan secara lisan.
A. Jenis – Jenis Wawancara
a) wawancara serta – merta
b) wawancara dengan petunjuk umum
c) wawancara dengan mengunakan seperangkat yang telah di bakukan
B. Tahap – Tahap Pelaksanaan Wawancara
a) tahap pembukaan
b) tahap inti
c) tahap akhir
C. Langkah – Langkah Untuk Melakukan Wawancara
a) menentukan topik
b) menentukan narasumber
c) menentukan daftar pertanyaan
d) mempersiapkan alat yang digunakan
e) membuat kesepakatan
f) melakukan wawancara
g) menyusun hasil laporan
h) mengakhiri kegiatan laporan
D. Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Berwawancara
a) awali pertemuan dengan ucapan selamat
b) tanyakan apakan wawancara bisa dimulai
c) gunakan bahasa yang baik
d) perhatikan selalu narasumber
e) jangan memotong pembicaraan narasumber
f) jangan menyinggung perasaan, hindari pertanyaan yang bersifat menilai

E. Menulis Laporan Hasil Wawancara
Menulis dan menyusun hasil wawancara tidak berbeda dengan menulis feature atau berita. Unsur 5 W F I H tetap diperlukan lazamnya jarang sekali tulisan hasil berwawancara di tulis secara kronologis karena cara ini biasanya tidak menarik dan menonton. Usahakan menulis hasil wawancara dengan perimbangan yang cukup antara kalimat langsung dan tidak langsung.

Perhatikan contoh wawancara berikut :
Darmaningtyas, seorang pengamat pendidikan sedang diwawancarai. Perihal rencana penerapan sistem kredit ditingkat SMP dan SMA.
Pewawancara : “selamat pagi, terima kasih atas kesediaan anda meluangkan waktu untuk wawancara ini”.
Darmaningtyas : “oh, ya, saya senang bisa membantu, meski hanya menyumbangkan saran atau pendapat”.
Pewawancara : ”bisa kita mulai sekarang?”
Darmaningtyas : “silahkan”
Pewawancara : ”menurut anda, apakah sistem kredit semester ( SKS ) sesuai diterapkan ditingkat SMP dan SMA ”
Darmaningtyas : “sistem kredit semester ( SKS ) sama sekali tidak sesuai dengan perkembangan jiwa pelajar SMP dan SMA indonesia. Sistem ini pernah diterapkan ketika NUGROHO NOTOSUSANTO menjadi Mendikbud pada tahun 1983 – 1985 tetapi tidak berhasil. Oleh sebab itu kebijakan tersebut kemudian dihapuskan”.
Pewawancara : ”mengapa anda berpendapat sistem kredit tidak sesuai sesuai untuk pelajar SMP atau SMA?
Darmaningtyas : “SKS hanya bisa diterapkan di perguruan tinggi karena mahasiswanya sudah bisa belajar secara mandiri pelajar SMA apalagi SMP masih membutuhkan bimbingan dan perhatian khusus dari tenaga pengajar. Oleh sebab itu, sebaiknya perlu dikaji ulang rencana penerapan SKS tersebut untuk pelajar SMP dan SMA”.
Pewawancara : ”bukankah gagasan penerapan sistem kredit disekolah merupakan gagasan yang cukup bagus, menurut anda apakah kemungkinan dilaksanakannya tidak ada?”
Darmaningtyas : “ya bisa saja. Akan tetapai, sejauh ini masih tetap memerlukan kajian secara ilmiah dan mendalam untuk mengetahui kesiapan sekolah. Kondisi sekolah di negara ini bersifat heterogen sehingga keberhasilan penerapan sistem kredit di NTB tidak bisa dijadikan tolak ukur”.
Laporan hasil wawancara ditulis dengan mengikuti format sebagai berikut :
Laporan hasil wawancara
Hari / Tanggal : Senin, 9 Mei 2005
Waktu : Pukul 09.00 Wib s/d 10.00 Wib
Tempat : Kantor redaksi
Narasumber : Darmaningtyas, pengamat pendidikan
Pewawancara : Redaktur forum
Topik : Penerapan sistem kredit semester ( SKS ) di SMP dan SMA

Hasil Wawancara
Darmaningtyas ( narasumber ) sebagai seorang pengamat pendidikan berpendapat bahwa pola SKS sama sekali tidak sesuai dengan perkembangan jiwa pelajar SMP dan SMA di indonesia. Pada tahun 1983 – 1986 sistem kredit sebenarnya pernah diterapkan, tetapi tiadak membawa hasil sehingga dihapuskan. Oleh karena itu, penerapan SKS di tingkat SMP dan SMA hendaknya perlu dikaji ulang.
Sistem kredit semester hanya sesuai diterapkan di perguruan tinggi karena mahasiswanya sudah belajar secara mandiri. Pelajar SMA dan SMP masih membutuhkan bimbingan dan perhatian khusus dari tenaga pengajar. Sebaiknya pelajar tidak dibebani dengan kebijakan – kebijakan yang tidak jelas. Lebih baik menerapkan pola pendidikan yang telah ada.
F. Menyusun Rangkuman Hasil Wawancara
Setelah kamu mencatat pokok – poko isi wawancara buatlah rangkuman pokok – pokok isi wawancara tersebut dalam satu paragaraf dengan format berikut. Rangkuman harus membuat aspek – aspek penting wawancara, yaitu :
1. Siapa nama narasumber
2. Informasi ringkas tentang narasumber kaitan dengan topik wawancara
3. Pokok – pokok pendapat narasi terkait dengan pertanyaan wawancara

G. Menyampaikan Rangkuman Hasil Wawancara
Sajikanlah rangkuman hasil wawancara yang telah kamu tulis dihadapan teman – temanmu! Hal – hal yang harus kamu perhatikan dalam menyampaikan rangkuman hasil wawancara adalah sebagai berikut :
1. Sampaikan rangkuman tersebut dengan vokal yang jelas dan dengan intonasi yang tepat
2. Sampaikan dengan penuh percaya diri
3. Sampaikan Secara Lancar



KESIMPULAN

- Wawancara adalah suatu kegiatan berbahasa lisan dalam bentuk tanya jawab antara narasumber dengan pewawancara
- Wawancara bertujuan untuk memperoleh data yang diperlukan oleh si pewawancara
- Wawancara berlangsung dalam konteks yang berbeda



























DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
Endah Tri Priyatni, Titik Harsiati, Ary Anugrahany, Andry Irawati. 2008. BAHASA DAN SASTRA INDONESIA : BUMI AKSARA.
Ramlan. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia. Yogyakarta. CV Karyo Siregar, Ashadi, dkk. 2005. Bagaiman meliput dan menulis berita untuk media massa. Yogyakarta : Kanisius.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar