Rabu, 27 April 2011

PERBEDAAN PUISI LAMA DAN PUISI BARU

Selamat Datang di Blog Saya Echoe Ghazy Silah kan Pilih Daftar Bacaan Saya Semoga Bermanfaat "Crateb By : "Echoe Ghazy"


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat, dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan penulis karya ilmiah ini yang berjudul PUISI LAMA dan PUISI MODERN, yang membahas tentang segala aspek yang mencangkup puisi lama dan pusi modern.
Sejak zaman dahulu hingga sekarang puisi telah meramaikan blantika sastra indonesia. Dan termasuk salah satu karya sastra tertua di indonesia. Karenanya tak heran bila semua golongan masyarakat mencintai yang namanya puisi.
Bukan karena itu saja puisi di sukai masyarakat tetapi puisi memang mempunyai modal dan daya tarik tersendiri untuk menjadi primadona sastra indonesia. Unsur – usnur keindahan yang terkandung, serta bahasa dan penggunaan majas dan juga perumpamaan untuk mewakili perasaan penulis. Itulah yang membuat puisi begitu menarik dan sungguh membuatnya indah di mata masyarakat.
Penulis mengucapkan terima kasih atas perannya kepada semua pihak, orang tua saya, teman – teman dan guru yang membantu menelaah naskah ini. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.


Kisaran, Maret 2011-03-11



Penulis













BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada karya ilmiah ini saya mengangkat topik tentang puisi. Yang mana puisi ini terbagi atas puisi lama dan pusi modren. Karena puisi itu sangat menarik untuk dibahas, di telaah dan dipahami. Dan pada topik ini tidak terdapat banyak kesulitan maupun kerumitan yang penulis temukan. Sehingga waktu yang penulis butuhkan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini tidak begitu lama. Mengapa puisi sangat menarik untuk dibahas? Karena dengan puisi kita bisa mengungkapkan segala isi hati dan perasaan kita. Tanpa harus kita sampaikan secara lisan terhadap apa yang kita rasakan. Dan apabila dibaca kita akan merasa terhibur. Karena unsur – unsur kehidupan yang terkandung di dalamnya.

1.2 Rumusan Masalah
- Hal – hal apa sajakah yang membedakan antara puisi lama dan puisi modren?
- Apakah bahasa menjadi ciri khas yang membedakan antara puisi lama dan puisi modren?
- Bagaimana tingkat kesukaan masyarakat antara puisi lama dan puisi modren?

1.3 Tujuan Penulisan
- Untuk mengikuti ujian semester II
- Menambah ilmu pengetahuan dalam berbahasa indonesia
- Untuk mengetahui ciri – ciri yang terkandung dalam puisi lama dan puisi modren
- Mendeskripsikan tingkat peminat puisi lama dan puisi modren
- Mendeskripsikan ciri – ciri puisi dan unsur – unsur puisi

1.4 Ruang Lingkup
Dalam karya ilmiah ini saya mengangkat topik tentang puisi lama dan puisi modren. Yang mana pembahasan masalahnya hanya terbatas pada pendeskripsian puisi lama dan puisi modren. Hal ini saya lakukan agar tidak terjadinya ketimpangan atau penyimpangan yang terlalu jauh dalam hal pembahasan. Sehingga pembahasannya menjadi lebh mudah dan dapat di mengerti dan dim pahami bagi para pembaca.




1.5 Landasan Teori
Menurut KBBI, puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan di tata secara cermat. Sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalamn dan meningkatkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusu. Dalam sejarah kesusastraan indonesia, puisi merupakan genre yang paling tua. Genre ini telah ditemukan dalam naskah – naskah melayu, seperti adat – adat raja melayu dan hikayat sri rama. Sebelumnya, puisi juga telah di temukan dalam epos mahabrata dan ramayana yang di bawa para pedagang india sekitar abad ke- 10.
Sejak saat itu puisi ( yang dahulu lebih dikenal pantun ) berkembang di nusantara dan biasanya di gunakan untuk menyampaikan amanat. Selanjutnya fungsi puisi meluas menjadi wadah mengapresiasikan pendapat / ide. Saat ini puisi kerap digunakan untuk media kritik / sosial yang menanti realitas kehidupan masyarakat indonesia.

1.6 Hipotesis
- puisi lama mulai tergeser kedudukannya oleh puisi modern
- puisi modern lebih banyak peminatnya dibanding puisi lama
- keindahan yang terkandung dalam puisi lama lebih tinggi di banding puisi modern

1.7 Sumber Data
Pada karya ilmiah ini data yang diperoleh penulis bersumber dari :
- Internet
- Buku – buku panduan
- Wawancara terhadap narasumber

1.8 Metode dan Tehnik
Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat dan menyelesaikan karya ilmiah ini adalah :
- Metode penyebaran angket
Dalam metode ini penulis memberi hak angkat ke beberapa orang untuk mengetahui persentasi minat untuk puisi lama dan puisi modern.
- Metode wawancara
Metode ini penulis lakukan untuk mengambil pendapat dari orang – orang yang menurut penulis sebagai narasumber yang tepat untuk karya ilmiah ini.
- Metpde Penelaah
Metode ini penulis lakukan untuk mencari dan menelaah terhadap berbagai sumber buku untuk menemukan hal – hal yang berkaitan dengan topik karya ilmiah ini.



BAB II
PUISI LAMA DAN PUISI MODERN

A. Puisi Lama
Telah diketahui di atas bahwa puisi lama adalah karya sastra yang berkembang sebelum ada pengaruh dari kebudayaan luar dan sebelum angkatan 20-an atau balai pustaka.
Menulis puisi membutuhkan inspirasi – inspirasi atau ilham setiap orang berbeda – beda. Inspirasi dapat muncul ketika seseorang mengalami atau menyaksikan sebuah peristiwa. Oleh sebab itu, pengalaman anda mengenal keindahan kesenian di sekitar anda, dapat dijadikan inpirasi untuk menulis sebuah puisi.
Abdul rani dan yani maryani ( 1999 : 14 ) menjelaskan bahwa puisi lama memiliki beberapa kaidah yang harus di ikuti sebagai berikut :
a- Jumlah baris / jumlah kalimat dalam setiap baitnya
b- Jumlah suku kata atau jumlah kata setiap baitnya
c- Adanya rima atau persamaan bunyi
d- Adanya irama
sedangkan ciri – ciri puisi lama adalah :
a- Anonim ( tidak ada nama pengarangnya )
b- Istana sentris / fantastis
c- Terikat jumlah baris / rima / irama
d- Merupakan kesusastraan lisan
e- Gaya bahasa statis ( tetap )
Menurut abdul rani dan yani maryani ( 1999 : 60-70 ) puisi lama dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu : mantra, bidal, pantun, talibun, gurindam, seloka, syair, kit’ah, gazal, nazam, ruba’i, dan masnawi.
Berikut ini akan diberikan penjelasan singkat tentang bentuk – bentuk puisi tersebut
A. Mantra
Mantra merupakan puisi yang berisi puji – pujian terhadap sesuatu yang gaib atau di keramatkan. Umumnya mantra diucapkan secara lisan oleh pawang atau dukun ketika diadakan upacara keagamaan.




B. Bidal
Bidal digunakan masyarakat lama untuk mengungkapkan sesuatu. Bidal menggunakan bahasa kiasan dan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu : pepatah, tainsil, kiasan, perumpamaan dan pemeo.
C. Pantun
Pantun merupakan puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu baitnya. Baris pertama dan kedua disebut sampiran, sedangkan baris ketiga dan ke empat adalah isi. Pantun bersajak ab – ab.

D. Talibun
Talibun juga merupakan pantun, tetapi jumlah baris tiap baitnya lebih dari empat. Jumlah baris tiap baitnya selalu genap. Sampirannya tergantung pada jumlah baris tiap baitnya.

E. Gurindam
Gurindam merupakan puisi lama yang tiap – tiap baitnya terdiri dari dua baris. Persajakannya a – a dan isi atau temannya adalah nasihat, hal – hal yang mendidik, dan masalah agama.

F. Seloka
Seloka merupakan pantun berbingkai. Perbedaannya dengan pantun adalah kalimat kedua dan ke empat pada bait pertama di ulang kembali menjadi kalimat pertama dan kalimat ketiga bait ke dua, begitu seterusnya.

G. Syair
Syair merupakan bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu bait. Persajakan syair adalah aa – aa.

H. Kit’ah
Kit’ah adalah puisi arab yang berisi nasihat – nasihat.

I. Gazal
Gazal adalah puisi arab yang berisi cinta kasih.

J. Nazam
Nazam adalah puisi arab yang berisi cerita hamba sehaya, raja, sultan, pangeran, atau bangsawan istana.

K. Ruba’i
Ruba’i adalah puisi arab yang berisi hal – hal yang berkaitan dengan nasihat.


L. Masnawi
Masnawi adalah puisi arab yang berisi puji – pujian tentang tingkah laku seseorang yang mulia.

Contoh Puisi Lama
Gurindam Dua Belas
Barang siapa mengenal allah
Suruh dan teganya tiada ia menjalah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan tuhan yang bahari
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiada hartanya boleh berkat
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat dari padanya faedah
Hati itu kerajaan tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh
Apabila anak tidak di latih
Jika besar bapaknya letih
Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendaklah jadi kepala
Buanglah perangai yang cela


Karya Raja ali Haji









B. Puisi Baru
Abdul rani dan yani maryani ( 1999 : 80 – 93 ) menyebutkan bahwa puisi berbeda dengan puisi lama. Isi, bentuk, irama, dan persajakan yang terdapat dalam puisi lama berbeda dengan yang terdapat dalam puisi baru. Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru di bagi dalam beberapa bentuk yaitu :
A. Distikon
Distikon merupakan sajak yang terdiri dari 2 baris kalimat dalam setiap baitnya. Distikon bersajak a – a.

B. Tarzina
Tarzina atau sajak tiga seuntai, artinya setiap baitnya terdiri dari tiga buah kalimat. Tarzina bersajak a – a –a, a – a – b ; a – b – a ; a – b – b.

C. Kuatrin
Kuatrin adalah sajak empat seuntai, artinya setiap baitnya terdiri dari empat buah kalimat. Kuatrin bersajak ab/ab, aa – aa, ab/ab, atau aa/bb.

D. Kuint
Kuint adalah sajak yang terdiri dari lima baris kalimat dalam setiap baitnya. Kuint bersajak a – a – a – a – a.

E. Sektet
Sektet adalah sajak atau puisi yang terdiri dari enam buah kalimat dalam setiap baitnya. Persajakan dalam sektet tidak beraturan.

F. Septina
Septina adalah sajak yang setiap baitnya terdiri dari tujuh buak kalimat. Persajakan septina juga tidak berurutan.

G. Stanza
Stanza adalah delapan seuntai, yaitu setiap baitnya terdiri dari delapan buah kalimat. Stanza juga disebut oktava.
Berdasarkan isi yang terkandung, puisi baru dapat dibedakan sebagai berikut :
A. Ode
Ode adalah sajak yang isinya mengandung pujian kepada seseorang suatu bangsa, atau sesuatu yang dianggap mulian.


B. Himne
Himne adalah sajak pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Himne sering disebut sajak ketuhanan.

C.Elegi
Elegi adalah sajak yang berisi duka nestapa, sejak ini selalu mengungkapkan sesuatu yang pedih dan menyayat hati.

D. Epigram
Eprigram adalah sajak yang berisi tentang ajaran – ajaran moral, nilai hidup yang baik dan benar, yang dilukiskan dengan ringkas.

E. Satire
Satire adalah sajak yang isinya mengecam, mengejek dengan kasar dan tajam (sinis) terhadap suatu ketidak adilan yang ada dalam masyarakat.

F. Romance
Romance adalah sajak yang berisih cinta kasih. Cinta kasih ini tidak hanya antara sepasang kekasih, tetapi cinta kasih terhadap segala hal.

G. Balada
Balada adalah sajak yang berisi cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan penyairnya saja.

ADAPUN CIRI – CIRI PUISI BARU ADALAH :
a. Pengarangnya diketahui
b. Tidak terikat jumlah baris / rima
c. Berkembang secara lisan dan tertulis
d. Gaya bahasa dinamis
e. Isi tentang kehidupan pada umumnya








Berikut ini sebuah contoh puisi baru yang berbentuk tarzina, karya OR. MANDANK
Bagaimana
Oleh Or. Manank
Kadang – kadang aku benci
Bahkan sampai akau mati
…….diriku sendiri

Seperti aku
Menjadi seteru
………diriku sendiri
Waktu itu
Aku…………….
Seperti orang lain dari diriku
Aku tak puas
Sebab akau menjadi buas
Menjadi buas dan panas

C. Unsur – Unsur Dalam Puisi Lama Dan Puisi Modern
Adapun tanggapan dalam karya sastra puisi lama dan puisi modern tidak lepas dari unsur pembentuknya. Yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur – Unsur Intrinsik
1. Tema yaitu, gagasan utama dalam puisi
2. Diksi yaitu, pilihan kata yang sesuai tema puisi
3. Rima yaitu, penguat puisi dalam bentuk pengulangan bunyi
4. Tipografi yaitu, pembeda puisi dengan karya sastra lain
5. Amanat yaitu, sesuatu yang ingin disampaikan penyair
6. Nada / Intonasi yaitu, bentuk ekspresi sikap penyair
7. Majas yaitu, ungkapan penyair melalui gaya bahasa

Unsur – Unsur Ekstrinsik
1. Nilai sosial
2. Nilai agama
3. Nilai budaya
4. Nilai ekonomi
5. Nilai kepahlawanan
6. Nilai moral

D. Langkah – Langkah Untuk Menganalisis Puisi Lama dan Puisi Modern Sebagai Berikut :
1. Membaca puisi secara keseluruhan
2. Memerhatikan penggunaan majas
3. Mencatat istilah – istilah asing atau konotasi bahasa di dalamnya
4. Memerhatikan nilai rasa yang dikembangkan penyairnya
5. Menentukan pola dasar analisisnya
6. Menyimpulkan hasil analisis
7. Mencatat hal – hal penting yang membedakan puisi lama dengan puisi modern
8. Menyimpulkan hasil analisis

E.Puisi Lama Dan Puisi Modern Ditengah – Tengah Remaja Masa Kini
Puisi adalah sebuah karya sastra yang sangat indah yang didalamnya terkandung unsur – unsur keindahan. Yang membuat sangat menarik dan diminati oleh semua kalangan masyarakat. Tua, remaja maupun anak – anak.
Dikalangan remaja puisi telah lama populer hingga zaman sekarang. Biasanya puisi yang populer adalah puisi yang bertemakan cinta dan kisah – kasih remaja. Semua itu sesuai dengan kondisi remaja yang masih labil yang baru merasakan indahnya jatuh cinta. Ataupun sakitnya kasih tak sampai.
Menurut penelitian yang telah dilakukan bahwa di zaman modern ini remaja lebih dominan cenderung menyukai puisi baru dibanding puisi lama. Menurut penyampaian mereka semua ini di karenakan puisi baru lebih bebas dan bahasanya yang mudah dipahami. Dibandingkan puisi lama yang masih terikat dan bahasanya juga kurang dapat dan susah di mengerti. Oleh remaja – remaja di zaman sekarang.















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
- Dapat di simpulkan bahwa puisi lama dan puisi modern berbeda di lihat dari segi dan banyaknya baris yang membentuk puisi tersebut.
- Puisi lama dan puisi baru terlahir di zaman yang berbeda.
- Ternyata unsur – unsur yang mengandung puisi lama dan puisi baru adalah sama.
- Membaca sajak atau puisi menjadi berkuatan menyampaikan pesan – pesan moral apa yang terjadi di masyarakat.




























DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
Tika Hatikah, Mulyanis, Kissumi Dwi Yaningsih. 2006. Membina Kopetensi Berbahasa Dan Besastra Indonesia. Jakarta : Grafindo.
Suherli. 2007. Menulis Karangan Ilmiah. Depok : Arya Putra Pradopo, Rachmat Djoko. 1985. Pengantar Puisi. Bagian I. Universitas Gajah Mada.
Supriatna. Agus.2006 Bahasa Indonesia. Jakarta : Grafindo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar