Rabu, 27 April 2011

Pidato Adalah

Selamat Datang di Blog Saya Echoe Ghazy Silah kan Pilih Daftar Bacaan Saya Semoga Bermanfaat "Crateb By : "Echoe Ghazy"


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alla SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan karangan ilmiah ini tepat pada waktunya.
Karangan ilmiah ini membahas bagai mana cara – cara, dan tehnik – tehnik dalam berpidato agar pidato yang disampaikan menjadi menarik, tidak terdengar dan terlihat membosankan. Karya ilmiah ini juga menuntun, dan melatih bagaimana cara pembuatan teks pidato dengan baik dan benar.
Kami yakin apabila pembaca telah membaca karangan ini maka dia telah menambah satu kemampuan dalam dirinya yaitu membuat dan terampil dalam menyampaikan pidato di depan khalayak ramai.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi para pembaca. saya juga mengucapkan terima kasih pada pihak – pihak yang terlibat dan membantu dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.


Kisaran, Maret 2011


Penulis

















BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tentunya kita semua pernah dan bahkan sering melihat dan mendengar pidato. Baik itu secara langsung saat ketika upacara disekolah setiap hari senin pagi. Ataupun dari radio, TV.
Selain itu kita juga pernah melakukannya baik itu secacra resmi ataupun hanya didepan kelas saat ada tugas dari guru mata pelajaran untuk membuat pidato.
Karena pidato bukanlah hal asing bagi kita semua dan bukan suatu topik yang sulit untuk di bahas. Bukankah itu adalah alasan yang tepat untuk di jadikan topik sebuah karangan kerja ilmiah.

1.2 Rumusan Masalah
- Apa tujuan dari di lakukannya pidato?
- Benarkah pidato butuh persiapan?
- Haruskah berpidato dengan bahasa yang baku?

1.3 Tujuan Penulisan
- Agar terampil dalam berpidato
- Sebagai media latihan untuk berani berbicara didepan khalayak ramai
- Untuk menambah wawasan
- Memenuhi syarat untuk mengikuti ujian semester II

1.4 Ruang Lingkup
Berpidato bukanlah hal yang sulit. Bila seorang telah mengetahui trik – trik dalam berpidato. Dan cara – cara bagaimana berpidato secara menarik agar para pendengar tidak merasa bosan. Maka berpidato akan menjadi suatu hal yang menyenangkan. Dan bukanlah hal yang sulit.
Untuk menjadi sukses dalam berpidato haruslah butuh persiapan, juga sering mengadakan latihan. Agar bila suatu saat anda tiba – tiba di minta untuk berpidato sedangkan anda sama sekali belum ada persiapan maka anda tidak perlu khawatir lagi.

1.5 Landasan Teori
Dalam kehidupan sehari – hari berbagai kegiatan sosial membutuhkan sambutan – sambutan di perluas baik untuk acara resmi maupun acara tidak resmi. Yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan, ide, informasi, dan berita didepan khalayak ramai, baik itu dengan cara membujuk, menghibur dan menyenangkan para pendengar.
1.6 Hipotesis
- Pidato harus disesuaikan dengan tema acara
- Pidato harus mempunyai persiapan terlebih dahulu
- Pidato yang diselingi humor lebih menarik di bandingkan pidato resmi

1.7 Sumber Data
Data – data dalam pembuatan karya ilmiah ini diperoleh dari berbagai sumber yaitu :
- Internet
- Buku – buku
- Majalah
- Wawancara

1.8 Metode dan tehnik
- Metode penelitian
- Analisis data penelitian
- Metode wawancara






















BAB II

A. Pidato
Pidato adalah salah satu cara untuk menyampaikan informasi,ite,atau gagasan di depan khalayak ramai. Dengan tujuan agar di dengar dan menjadi sebuah informasi, pemberitahuan orang orang yang mendengarnya.
Semua orang tentangnya pernah mendengar pidato baik itu secara langsung atau tidak langsung dan dalam acara formal maupun informal.
Pidato tidak saha dilakukan oleh orang orang yang memiliki jabatan, atau para pejabat, dan kepala. Kepala formal tertentu. Tetapi pidato dapat dilakukan oleh siapa saja.
Pidato harus benar benar di sesuaikan dengan tema acara, situasi, dan kondisi. Semua itu agar sejalan, selarasm serta, tidak membosankan bagi pendengar.
Berikut ini akan di bahas cara cara berpidato agar terasa menarik.

B. Trik terampu berpidato
Dalam berpidato seseorang harus terampai dan memiliki trik trik tertentu agar pidatonya terasa menarik, bermanfaat, bermultu dan tidak membosankan.
Dalan berpidato hal yang paling penting adalah rasa percaya diri, penguasaan panggung suasana, dan konsenterasi penuh. Semua itu sangat diperlukan untuk menghindari rasa gerogi yang fapat menimbulkan pikiran blenk, hingga konsentrasi menjadi bayar pada saat berpidato di depan umum menyampaikan sesuatu, menurut tujuannya ada 3 jenis pidato:
(1) Pidato untuk memberitahukan sesuatukepada pendengar.
(2) Pidato untung mengibbur / menyenangkan pendengar
(3) Pidato untuk mempengarui / membajak pendengar
Pada umumnya dalam berpidato pembicara ingin mencapai 2 atau tiga tujuan sekaligus. Untuk itu pembicaa harus menyiapkan sebaik – baiknya. Ada tujuh langkah yang perlu di persiapkan, yaitu :
a. Meneliti masalah meliputi :
1. Menentukan maksud pidato
2. Menganalisa pedengar dan situasi
3. Memilih dan menyiapkan topik
b. Menyusun uraian, meliputi :
4. Mengumpulkan bahan
5. Membuat kerangka karangan
6. Menguraikan secara rinci
7. Berilah dengan suara nyaring

c. Mengadakan latihan
Ada beberapa cara untuk menarik perhatian pendengar :
1. Menguasai bahasa pidato
2. Bahan pidato harus menarik sesuai dengan situasi, kondisi
3. Memperhatikan penampilan lahirian dan penampilan kedalam Ilmu pengetahuan.
4. Mengusahakan agar pendengar kagum dan yakin akan kemampuan pembicara
5. Menggunakan Intonasi yang tidak monoton
6. Berpidato dengan penuh semangant dan di sisipi dengan humor
7. Menggunakan kalimat efektif dan menarik
8. Pandangan harus menyebar ke seluruh arah

Berikut ini adalah hal – hal yang di pandang kurang menguntungkan dalam Pidato:
1.Gerak – gerik kurang baik meliputi :
a. Selalu melihat langit – langit atau jendela
b. Selalu melihat catatan
c. Selalu menggerakan bagian badan tertentu
d. Merogoh – rogoh kantong
e. Menggaruk – garuk telinga
f. Memainkan pena atau pensil
g. Tidak memerhatikan pendengar
2.Penampilan kurang baik meliputi:
a. Berdiri dengan loyo atau kuyu
b. Berdiri dengan tidak seimbang
c. Berdiri dengan kaki sebelah
d. Berdiri dengan kaki selalu rapat
e. Berdiri dengan kaki terlalu terbuka
f. Berdiri dengan londong ke dalam atau terlalu membungkuk








C. Menulis Naskah pidato
Dalam kehidupan sehari – hari berbagai kegiatan sosial membutuhkan sambutan – sambutan di perluas baik untuk acara resmi maupun acara tidak resmi. Sambutan – sambutan tersebut harus mempunyai struktur yang harus di persiapkan terlebih dahulu.
Berikut hal – hal yang di lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum menyusun naskah Pidato.
1. Menentukan tema
2. Mencari data – data dan isu yang paling aktual mengenai tema tersebut
3. Membuat kerangka pidato
4. Mengembangkan tema pidato
5. membacakan pidato degan intonasi tepat

Berikut struktur sambutan / pidato
1. Pendahuluan
2. Sapaan pada pendengar
3. Menentukan arah pembicaraan pada tema
4. Isi
a. Mengembangkan tema
b. Menyampaikan tema
5. Penutup
a. Kesimpulan sambutan / pidato
b. Ucapan terima kasih pada pendengar
c. Salam
Pidato terdiri atas beberapa cara.
Cara pertama yaitu : Metode ekstemporan. Metode ini direncanakan dengan membuat catatan – catatan penting yang sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu.
Metode naskah – metode ini biasanya di pakai dalam pidato – pidato resmi atau pidato – pidato radio. Metode ini sifatnya agak kaku karena pembicara seolah – olah berbicara sendiri. Mata selalu tertuju pada naskah sehingga ia tidak bebas menatap pendengarnya.
Metode menghafal. Penyajian lisan dengan metode ini bukan saja di rencanakan, tetapi di tulis secara lengkap, kemudian di hafalkan kata demi kata. Metode ini sering menjemukan dan tidak menarik. Ada kecenderungan cepat – cepat, dana mengeluarkan kata – kata tanpa menghayati maknanya.
Selanjutnya adalah metode impromptu ( serta – merta ). Metode ini penyajiannya berdasarkan kebutuhan sesaat. Tidak ada persiapan sama sekali. Pembicara berbicara hanya berdasarkan kemahirannya dan pengetahuannya saja.
Dari ke – 4 Metode tersebut, yang di anggap paling baik adalah metode ekstemporan.
BAB III
KESIMPULAN

Peranan pidato, ceramah, dan penyajian penjelasan lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang penting, bagi orang yang mahir berbicara, dengan mudah mereka dapat menguasai massa dan berhasil memasarkan gagasannya. Karena itu, seseorang sebagai calon pejabat, tokoh masyarakat, pemimpin suatu organisasi, atau ilmuwan, harus memiliki kemampuan berpidato.
Berpidato sangat perlu di pelajari. Karena seseorang yang sukses tentunya dia akan sering melakukan dan di mintai untuk berpidato sekalipun hanya mengenai perihal kesuksesannya.




























DAFTAR PUSTAKA


WWW. Google.COM
Deporter, Bobi, dan Mike Hernaki, 2000. Quantum Learning.
Bandung : kaita
Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa Departemen Pendidikan dan kebudayaan. 1991.
Endah Tri priyatni, Titik Itarsiati, Ary anugrahany, andri irawati.2008. BAHASA dan SASTRA INDONESIA : BUMI AKSARA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar